Sabtu, 27 September 2014

KETERKAITAN  MANAJEMEN RESIKO DENGAN MANAJEMEN PROYEK


Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih karna telah berkunjung ke blog saya J . Pada kesempatan ini, saya akan menjelaskan tentang manajemen resiko dengan manajemen proyek, untuk lebih jelasnya mari kita liat pada bacaan di bawah ini ..

v  Pengertian Manajemen Resiko
Pertama-tama kami akan coba bahas terlebih dahulu pengertian risiko itu sendiri. Istilah dari kata risiko (risk) memiliki banyak definisi. Menurut kamus bahasa Indonesia versi online, “Risiko adalah akibat yang kurang menyenangkan (merugikan, membahayakan) dari suatu perbuatan atau tindakan”. Bisa kita tarik kesimpulan bahwa, “Risiko merupakan kemungkinan situasi / keadaan yang dapat mengancam pencapaian tujuan dan sasaran sebuah organisasi atau individu.”
Mengutip dari wikipedia, risiko itu sendiri dibagi menjadi 2 kategori besar;
1.      Risiko Murni
2.      Risiko Spekulatif
Risiko Murni (Pure Risk) adalah “sesuatu yang hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan.” Melihat dari definisi sebagaimana dikutif dari wikipedia tersebut, riks pure atau risiko murni ini contohnya adalah bencana alam, kebakaran, dll.
Sebuah perusahaan yang terkena bencana alam seperti gempa bumi misalnya, kemudian perusahaan tersebut hancur. Dari kejadian tersebut dapat dipastikan perusahaan akan mengalami kerugian / tidak mungkin ada keuntungan (secara materil). Resiko murni ini bisa kita tanggulangi dengan mengikuti jasa asuransi. Dengan demikian kemungkinan kerugian bisa diperkecil atau bisa meringankan beban akibat kerugian itu sendiri. Itulah alasan mengapa risiko murni / risk pure ini disebut juga insurable risk (risiko yang dapat diasuransikan.)
Risiko Spekulatif adalah “suatu keadaan yang dihadapi oleh perusahaan / individu yang dapat memberikan keuntungan dan dapat memberikan kerugian.” Jika memperhatikan pengertian risiko spekulatif yang dikutif dari wikipedia, sudah dapat kita tebak bahwa resiko spekulatif ini adalah resiko yang ada dalam segala hal. Misalnya dalam berbisnis, kita bisa untung dan juga bisa rugi. Resiko ini juga disebut sebagai Business Risk / resiko bisnis.

Sebuah contoh: kita investasi sebagian dana kita untuk berbisnis. Dari invesatasi ini kita berpeluang meraup keuntungan atau bahkan menelan kerugian. Jadi, secara sederhana Risiko Spekulatif merupakan risiko yang memungkinkan kita untung dan rugi.
Untuk pengertian nya, Manajemen risiko adalah sebuah pendekatan metodologi yang terstruktur dalam mengelola (manage) sesuatu yang berkaitan dengan sebuah ancaman karena ketidak pastian. Ancaman yang dimaksud di sini adalah akibat dari aktivitas individu / manusia termasuk: yang terdapat / berperan di dalamnya. Aktivitas ini meliputi penilaian risiko yang mengancam, pengembangan strategi untuk menanggulangi risiko dengan pengelolaan sumberdaya yang ada.

·         Sasaran dan Tujuan Manajemen Resiko
Sasaran dan tujuan pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang mungkin akan muncul (ancaman) dan berkaitan dengan bidang yang telah dipilih. Terpenting adalah harus dapat diterima oleh masyarakat. Ancaman ini bisa disebabkan oleh  berbagai elemen; seperti teknologi, human error, lingkungan, politik maupun dari oraganisasi.
·         Proses Manajemen Resiko
Untuk prosesnya sendiri saya bisa berikan gambar alur dari manajemen resiko, dari gambar ini kita bisa diberi penjelasan

dari alur ini, pertama kali kita menghadapi resiko kita harus mempunyai rencana terlebih dahulu, menaksir kejadian dengan menganalisis dan mengidentifikasi, kemudian kita harus bisa menghandle atau mengendalikan dgn baik resiko tersebut agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan, yang kemudian kita memonitor dan melaporkan kejadian tersebut. Alur tersebut tidak bisa terputus karna satu sama lain membentuk sistem, yang dimana satu nya terputus maka semuanya terganggu.

v  Pengertian manajemen proyek

pengetian dari manajemen proyek yaitu penerapan ilmu pengetahuan,keahlian dan ketrampilan,cara teknis yang terbaik dan dengan sumber daya yang terbatas untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan agar mendapatkan hasil yang optimal dalam hal kinerja,waktu,mutu dan keselamatan kerja.
Dengan adanya manajemen proyek maka akan terlihat batasan mengenai tugas, wewenang, dan tanggung jawab dari pihak-pihak yang terlibat dalam proyek baik langsung maupun tidak langsung, sehingga tidak akan terjadi adanya tugas dan tangung jawab yang dilakukan secara bersamaan (overlapping).
Apabila fungsi-fungsi manajemen proyek dapat direalisasikan dengan jelas dan terstruktur, maka tujuan akhir dari sebuah proyek akan mudah terwujud, yaitu: Tepat Waktu, Tepat Kuantitas, Tepat Kualitas, Tepat Biaya sesuai dengan biaya rencana, Tidak adanya gejolak sosial dengan masyarakat sekitar, Tercapainya K3 dengan baik
Pelaksanaan proyek memerlukan koordinasi dan kerjasama antar organisasi secara solid dan terstruktur. Dan hal inilah yang menjadi kunci pokok agar tujuan akhir proyek dapat selesai sesuai dengan schedule yang telah direncanakan.
Ada tiga garis besar untuk menciptakan berlangsungnya sebuah proyek, yaitu :
1.Perencanaan
Untuk mencapai tujuan,sebuah proyek perlu suatu perencanaan yang matang.Yaitu dengan meletakkan dasar tujuan dan sasaran dari suatu proyek sekaligus menyiapkan segala program teknis dan administrasi agar dapat diimplementasikan.Tujuannya agar memenuhi persyaratan spesifikasi yang ditentukan dalam batasan waktu,mutu,biaya dan keselamatan kerja
2.Penjadwalan
Merupakan perencanaan yang dapat memberikan informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan proyek yang meliputi sumber daya (biaya,tenaga kerja,peralatan,material),durasi dan progres waktu untuk menyelesaikan proyek.Penjadwalan proyek mengikuti perkembangan proyek dengan berbagai permasalahannya.Proses monitoring dan updating selalu dilakukan untuk mendapatkan penjadwalan yang realistis agar sesuai dengan tujuan proyek.
 3.Pengendalian Proyek
Pengendalian mempengaruhi hasil akhir suatu proyek.Tujuan utama dari utamanya yaitu meminimalisasi segala penyimpangan yang dapat terjadi selama berlangsungnya proyek.Tujuan dari pengendalian proyek yaitu optimasi kinerja biaya,waktu,mutu dan keselamatan kerja harus memiliki kriteria sebagai tolak ukur.Kegiatan yang dilakukan dalam proses pengendalian yaitu berupa pengawasan,pemeriksaan,koreksi yang dilakukan selama proses implementasi.

HUBUNGAN KEDUANYA
Proyek dan Resiko merupakan 2 komponen penting yang saling berkaitan, dengan ini kita harus benar-benar merencanakan semua kemungkinan yang terjadi dari project atau proyek tersebut. Manajemen proyek dan resiko adalah hal yang sangat penting jika kita ingin membuat sesuatu dalam project kita, dengan memikirkan apa proyek kita dan juga resiko yang ditimbulkan dari project kita tersebut, maka presentase kegagalan saat dalam pengerjaan pun bisa berkurang.


Demikianlah akhir pembahasan saya terhadap materi ini, semoga bisa bermanfaat bagi anda semua dan mohon maaf jika terjadi kesalahan dalam pengetikan pada artikel ini.


REFRENSI :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar